Tak lama lagi, masa penyewaan rumah linonipi berakhir. Jauh-jauh hari kami siap-siap kumpulkan dit buat sewa lagi. Salah satunya, bikin macam-macam kreasi handmade dari barang-barang bekas...kalian mau bantu?
Ponakan, anaknya sepupu sekaliku: Wandi. Namanya lupaka..hehehe..
Sepupu 3 kali, anaknya om ku Ansar. Namanya Fikar
Sepupu 3 kali, anaknya tante Rahmah. Namanya juga belum tau.
Anaknya sahabatku waktu SMP, Tuti. Namanya Nabil
Anaknya Sandi, sahabatku waktu SMA. Eh namanya juga Nabil.
Ponakan, anak sepupu sekali, Kiki. Namanya Aidil
Anaknya adenya Kiki: Rindi. Namanya Wafia
Anak teman SMP yang juga tanteku: Feri. Namanya Zaki
Anak tetangga, namanya Iwan dan Manda
Sepupunya Tuti, anaknya Taming. Namanya lupaka juga ^_^
Yip Yip, setelah PUNK PICNIC, liburan selanjutnya adalah pulang ke rumah nenek di Kaluku, Pitumpanua kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Tanggal 4 Juli tepatnya. Saya senang ke sini karena nenekku yang masih hidup sisa beliau. Keluarga dari pihak mamaku cukup besar, dan sepupu-sepupuku cukup menyenangkan dan menggemaskan bikin saya selalu rindu. Apalagi pada sepupuku di atas, namanya Khusnul. Saya sangat dekat sama dia. Kami sangat akrab. Oya, perkenalkan boneka yang kali ini kubawa jalan-jalan (Twiggy lagi istirahat) namanya Onar. Akan ada sesi khusu membahas namanya, nanti yah?
Trus, hal yang bikin seru juga adalah Kaluku tempat saya menghabiskan masa SMP. Jadi tiap pulang, pasti saya akan menghabiskan banyak waktu bersama teman-teman SMP ku. Seperti hari kedua ku di Kaluku kemarin, saya bertemu Tuti, Aldi, Batti, Anca, dan Cemma. Reunian pasti selalu seru. Malamnya kami jalan-jalan ke Bangsalae, sekalian saya ketemuan sama teman SMA yang menikah dengan sekampungku, Sandi. Jadilah kami semua ditraktir minuman sama dia. Asyyiiiikk...
Hari ketiga, saya ke acara aqiqah anaknya sepupuku Wandi. Wuih seru sekali. Kumpul-kumpul sama keluarga. Malamnya nginap di Salobulo. Besoknya kembali lagi ke Kaluku, pas hari pasar, jadilah saya dan sepupuku Umi beserta om ku Alex singgah jajan.
Besoknya lagi, nenekku membuatkan bedda bolong. Ini lulur favoritku. Terbuat dari beras yang dibakar campur rempah-rempah...wangi dan tentunya alami :)
Saya baru tahu, kalau di kampungku dulu marak pembaca Sureq. Sehari sebelum kembali ke Makassar, saya ke dusun sebelah mencari pembaca passureq yang katanya seringa dipanggil oleh almarhum kakekku dulu untuk membacakan sureq. Sureq adalah semacam kitab yang dibacakan dengan cara dilagukan oleh orang dulu. Berisi tentang petuah-petuah pendahulu. Berbekal informasi dari nenekku dan tanya sana-sini dan sempat kesasar, akhirnya saya bisa bertemu dengan beliau. Nanti akan kuceritakan lebih lankut mengenai beliau. Hokeh? Samapi di sini oleh-oleh dari Kaluku. ^_^




Tanggal 18 kemarin, yang kutuju pertama kali saat liburan panjang perkuliahan tiba adalah Sengkang. Sudah lebih setahun tak ke sana, rindu dengan teman-teman SMA. Meski hanya 3 tahun bersekolah di kota yang sempat asing bagiku, tapi Sengkang menyimpan hampir seluruh kenangan seru masa remaja menuju dewasaku :)
Di bus, Twiggy berkenalan dengan Tiwi.
Saat sampai, langsung pergi 'maccakar'. Ketemu banyak teman di sana. Besok paginya, jalan-jalan ke Sumpabaka (ada cerita tersendiri untuk bagian ini). Terus malamnya makan bakso BOLDU sama Nasir, Andek, dan Ria, belum puas, setelah itu kami karaokean. Cukup mengagetkan, Sengkang sudah punya beberapa tempat karaoke. Hmmm
Sambil Twiggy di jemur, saya ketemuan sama Beyi dan Bella, saudara perempuan tidak seibu dan sebapak, hehehe. Semalaman berkeliling kota Sengkang. Besoknya lagi, saya ke Wage rumah tante. Masih ingat ceritaku tentang Mencari Sutera Asli di Desa Pasaka? Nah, di sanalah saya pergi, tempat di mana orang-orang tua senang menenun sutera. Di atas ada foto benang ikat yang baru saja diwarnai dengan motif cantik sementara di jemur. Dulu saya senang membantu sepupuku membungkus motif-motif sarung sutera itu sebelum dicelup ke pewarna.Keren!
Dalam perjalanan pulang, hidung Twiggy masih agak basah :( , dan tak lupa membeli oleh-oleh cemilan. Pas pulang saya memilih naik mobil kecil yang melewati jalur Camba Maros menuju Makassar. Menikmati pemandangan dan jejak seseorang.