Ada orang-orang hidup tanpa hirarki sosial, tanpa hak kebangsawanan atas tanah atau monarki, kadang bahkan tanpa pemukiman atau kota-kota. Tidak perlu waktu lama untuk menyimpulkan bahwa inilah sesungguhnya kondisi 'alamiah manusia'.

Rabu, 13 Februari 2013

Couchsurfing dan Saya



Salah satu impian saya adalah mengunjungi Eropa. Entah sejak kapan, tapi seingatku sejak saya belajar bahasa Jerman di bangku SMA saya selalu memimpikan suatu hari bisa mengunjungi Jerman dan negara terdekatnya. Belanda, Itali, Spanyol, dan Perancis bahkan jika bisa mengunjungi seluruh negara yang ada di benua Eropa sana. 

Sejak memantapkan diri bahwa saya ingin mewujudkan impian saya yang satu itu sebelum menikah, saya pun mencari banyak informasi mengenai bagaimana cara agar bisa mewujudkannya secepat mungkin. Tentunya dengan biaya paling sedikit. Salah satunya ya dengan belajar serius di kampus, mudah-mudahan pas selesai saya bisa dapat beasiswa belajar di Eropa, terserah di mana, hehehe. 

Saya tidak ingat kapan persisnya, saya mulai membaca buku buku perjalanan yang judulnya tak jauh-jauh dari kata kunci traveling atau backpacker. Sekitar dua tahun lalu kalau tak salah. Tiap kali ke toko buku, saya langsung menuju rak yang temanya jalan-jalan. Saya juga mulai meng-subscribe tulisan dari web Trinity the Naked Traveler (pecinta jalan-jalan pasti kenal dengan ini) dan berlangganan info terbaru maskapai penerbangan murah. Jadi tak perlu repot, cukup cek email tiap hari. Hehehe. Tentu saja saya tak punya uang banyak untuk memborong semua buku mengenai jalan-jalan yang semakin hari semakin beragam judulnya itu. Saya cukup meluangkan waktu untuk menuntaskannya di tempat. Paling tidak info dan tips nya lumayan menjadi bekal. Lalu saya menemukan buku : Backpacker Untuk Wanita. Nah, di situlah saya menemukan informasi mengenai keberadaan web yang super membantu ini, Couchsurfing. Dikatakan bahwa ini salah satu cara untuk melakukan perjalanan murah. 

Alamatnya www.couchsurfing.org. Saya bergabung sejak November 2011. Hal menarik dari Coucsurfing atau singkatannya CS adalah kita bisa berbagi tempat tinggal sementara dalam melakukan perjalanan pada siapa pun yang ingin mengunjungi kota kita. Begitu juga sebaliknya, kita bisa menumpang tinggal di tempat CSer sebutan untuk pengguna CS di kota yang akan kita datangi untuk sekedar berjalan-jalan. Tentu saja gratis. Bahkan kita dilarang untuk memberikan atau menerima uang dari sini. Bukan cuma tempat menginap,  kita bahkan terbantu karena kita bisa bertemu dengan orang lokal yang bisa memudahkan perjalanan kita khususnya mengenai penjelasan tentang rute atau tempat menarik yang bisa kita kunjungi di kota tersebut.

Di web ini kita diminta untuk menuliskan keterangan sejelas-jelasnya mengenai profil pribadi. Kenapa ini penting? Karena kita akan saling mengenal satu sama lain dan bisa membayangkan jika seandainya kita bertemu dengan orang yang akan jadi tuan rumah atau orang memilih kita sebagai tuan rumahnya kira-kira kita nyambungnya ngobrol tentang apa saja. Makanya harus dijelaskan, siapa kamu, kamu tipe orang yang seperti apa, suka dengan tipe orang yang bagaimana, apa bacaan, musik, dan aktivitas kesukaanmu. Tentu saja karena semua orang bisa melihat dan mengenali kamu dari profilmu, makanya sebisa mungkin jelas dan jangan berbohong.

Saya sendiri sampai saat ini belum pernah mengirimkan permintaan menginap di teman CS ku. Saya berpikir selama saya jalan-jalannya ke tempat yang kira-kira ada kenalan atau teman, kenapa tidak saya mengunjungi mereka saja dulu. Toh saya juga belum banyak melakukan perjalanan hehehe. Tapi saya sudah sering menerima permintaan menginap atau jadi host dari teman-teman CS. Tiap kali ada permintaan jadi host, saya terlebih dahulu membaca baik-baik profil mereka. Pilih-pilih juga penting loh, kekhawatirannya adalah jangan sampai kalian tidak nyambung pas bertemu hehehe. Tapi selama ini yang mengirimiku request selalu kuterima selama saya tidak sibuk karena tentu saja mereka juga sudah membaca baik-baik profil mengenai saya, dan memang saat mengirimkan request orang itu diminta menyebutkan hal apa yang membuat mereka tertarik untuk bertemu dengan saya. Dan itu poin paling penting menurutku. 

Bergabung dengan CS tidak melulu kita harus menyiapkan tempat menginap, kita memiliki hak untuk tidak memilih itu. Ada beberapa pilihan, apakah tempat kita bisa ditempatkan untuk menginap, sekedar berkunjung dan ngobrol sambil minum kopi teh, atau MAYBE. Dan saya memilih yang pilihan terakhir. Sebab saya sendiri tidak punya tempat menetap  di Makassar, saya selalu berpindah kos. Jadi selalu tergantung situasi dan waktunya. Seperti misalnya, saya menerima request pertama kali dari cewek Italy namanya Semira. Saat itu saya sedang sering-seringnya menginap di Kedai Buku Jenny. Setelah saya tanyakan sama empunya tempat apakah bisa menerima tamu lagi, dan dia mengiyakan, maka saya pun menerima requset Semira tentu saja dengan menjelaskan kondisi tempat yang akan ia tempati bagaimana terlebih dahulu. Ya kurang lebih seperti itu, semua harus dibicarakan dengan jelas terlebih dahulu. Makanya jika ingin mengirimkan request kalau bisa jauh-jauh hari. Tapi kadang ada juga yang mengirimikan request super cepat dan mendadak. Balasanku ya tergantung waktu yang saya bisa.

Hingga hari ini saya sudah menjadi tuan rumah untuk beberapa teman dari beberapa negara di antaranya Italy, Perancis, Spanyol, Argentina, Slovakia, Romania, dan Jerman. Tentu saja ada juga beberapa yang bukan lewat CS melainkan teman CS yang merekomendasikan ke temannya dan akhirnya kita bertemu. Bukankan menyenangkan? Bisa betemu teman baru dari belahan dunia yang jaraknya jauh dari tempat kita. Tapi saya juga menerima request dari teman CS Indonesia, beberapa dari Jakarta dan Palu. Bahkan banyak dari mereka yang juga memilih menginap di tempat orang tuaku di Toraja. Sudah tujuh tahun kedua orang tuaku tinggal di sana, kami hingga saat ini belum memiliki rumah pribadi. Jadi jika ada yang ingin berkunjung ke sana, terlebih dahulu saya menjelaskan bahwa mereka harus siap dengan kondisi bersempit-sempit ria, karena orang tuaku hanya menyewa sebuah kosan yang bisa menampung maksimal tiga orang. Hampir sama dengan kosanku saat ini. 

Hal yang paling dalam manfaatnya bagi saya adalah bertemu dengan orang baru bisa membuka pikiran kita mengenai keberagaman budaya, ras, keyakinan, keluarga, musik, buku, makanan, sistem yang membodohi kita, tujuan hidup, dan tentu saja dunia. Kami saling bertukar pengalaman, ide, impian, dan itu sangat bermanfaat bagi saya pribadi. Dunia ini sangat luas kenapa kita menutup diri untuk itu? Dan saya juga percaya bahwa menjalin hubungan tanpa didasari oleh uang melainkan dengan berbagi itu lebih berharga. Saya merasa cukup bersyukur dengan itu semua. Bukankan sebenarnya kita satu keluarga besar di dunia ini? Kenapa kita tidak saling menolong dan berbagi? Itu yang kuanggap tidak dipahami oleh sebagian orang sehingga mereka memilih untuk mementingkan diri sendiri, tidak peduli dengan sekitar, uang adalah segalanya, dan menjadikan mereka tamak dan tak pernah merasa cukup.

Lalu bagaimna acara mengetahui bahwa orang yang mengirimi kita request atau yang ingin kita kirimi request itu bisa dipercaya? Perhatikan profil mereka baik-baik. Di sana ada bagian yang memuat tentang reference. Jadi kita bisa tahu, bagaimana pengalaman orang lain dengan orang ini? Tiap kali sudah bertemu kita diminta menuliskan reference pada orang tersebut sejujur-jujurnya. Jadi kelihatan bagaimana tanggapan orang lain mengenai orang ini, apakah positif atau negatif. Jadi kita bisa pilih-pilih. 

Oya, satu lagi, manfaat besarnya bagi saya adalah saya bisa memperlancar penguasaan bahasa Inggrisku yang sangat buruk. Jangan khawatir kalau kalian tak lancar berbahasa Inggris, inti komunikasi adalah sejauh mana kita saling memahami satu sama lain meskipun agak kacau hehehe. Semakin sering kita praktek semakin lancar dibanding tidak pernah mencoba kan? Toh kita akan saling memaklumi terutama karena bahasa Inggris bukan bahasa ibu kita.

Jika bergabung di CS pertama kali kalian akan mendapatkan email dari salah satu City Ambassador tentu saja berbahasa Indonesia yang menjelaskan tentang CS secara lengkap.

Satu lagi, hal menyenangkn juga adalahCS menyediakan berbagai grup yang bisa kita ikuti perkembangannya. Juga selalu ada gathering bersama CSer yang kota kita, jadi bisa saling bertukar pengalaman mengenai jalan-jalan dan lainnya. Meski saya baru satu kali ikut tapi menyenangkan.

Lalu bagaimana dengan impian saya? Tiap kali saya bertemu dengan teman-teman yang mengirimiku request sebelum berpisah mereka selalu bilang, sampai jumpa di negaraku ;) Bukankah itu harapan besar bahwa tak akan lama lagi saya bisa mewujudkan impian itu? Selalu ada harapan, bukankah itu kunci kita masih bertahan hidup? 

Jadi siap berbagi?

3 komentar:

Ami Potabuga mengatakan...

wah,jadi pengen jg gabung :)

dweedy ananta mengatakan...

Wah seru ya kak ^^ Mau ikutan gabung jadinya :)

prayuda said mengatakan...

nice :)