Jumat, 05 Februari 2010

Foto Adel Bersaudara





Adel, 3 tahun

Foto Adel Bersaudara




Abim, 4 tahun

Foto Adel Bersaudara




Aan, 2 tahun

Seandainya Putri Adel tak cadel lagi



Hai kakak-kakak, perkenalkan nama aku Adel. Umurku tiga tahun. Mungkin saat membaca ini, aku tengah berada di atas kapal atau malah sudah sampai di Jakarta. Kami sekeluarga (Abim, Aan, Mama, dan Dato’) pindah dari Makassar ke Jakarta. Tanggal 30 Januari kami menumpang tinggal di pondok Graha. Kata Dato’ itu pondokan milik Om Roni. Karena rumah kami sudah di jual, makanya sambil menunggu keberangkatan tanggal 5 Februari kami tinggal di sana.

Pondok Graha ramai. Banyak kakak mahasiswa. Ada kak Auren, kak Tongke, kak Oshin, kak Eka, dan kak Titin. Selama sepekan tinggal di sana kami (Aku, Abim, dan Aan) belajar mewarnai di kamar kak Eka, main game lewat computer kak auren dan Oshin, mendengarkak Tongke bernyanyi sambil bermain gitar, dan menonton bersama kak Titin. Aku senang sekali di pondok Graha. Walau kadang-kadang Dato’ memarahi kami karena sering bermain di kamar kakak-kakak itu.

Di dekat pondok Graha ada danau buatan UNHAS yang besar. Kami jika melewatinya sesekali memandangi air, siapa tahu ada ikan.

Oya, Abim itu kakak aku, sedangkan Aan adikku. Kami hanya beda satu tahun antara satu dan lainnya. Satu-satunya anak cewek membuat saya seperti seorang putri, dengan dua pengawal. Hehehe…

Kami senang menonton. Sebab mama sibuk jadi tak ada yang mengajak kami bermain atau jalan-jalan. Hampir semua chanel televisi kami kenali. Program paling kami gemari adalah Idola Cilik. Jika besar nanti aku bercita-cita jadi penyanyi cilik. Tapi kenapa semua yang mendengar cita-citaku itu pasti akan tertawa?

Mama juga pasti capek mengurusi kami bertiga. Aan dan Abim selalu bertengkar. Mungkin anak laki-laki suka begitu ya?

Di Jakarta nanti kami bisa tinggal bersama Papa yang selama ini jarang kami temui karena biaya pulang balik ke Makasaar-jakarta mahal. Aku belum per nah ke Jakarta. Seperti apa ya disana? Apa aku akan dapat teman banyak seperti di Makassar? Atau malah tak ada? Entahlah.

Selasa, 02 Februari 2010

Siapa sih Yoko Shooji?

Yoko shoji adalah seorang komikus favoritku. Sebenarnya aku tak banyak tahu tentang dia. Yoko Shoji lahir pada tanggal 4 Juni 1950 di Mobara Chiba. Perempuan yang membuat aku tergila-gila oleh karakter komiknya ini pernah meraih Kodansha Manga Award pada tahun 1978. Aku yakin di Jepang pada masanya ia sangat terkenal. Dari sekian karyanya, yang pernah kubaca hanya Pop Corn seri 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 12, 13, 14, dan 20 juga serial cantik Aku Jadi Ayah. Semua komik itu pun aku beli di penjual komik loakan. Sudah berusaha aku mencari komik lainnya tapi udah tak ada di Makassar.

Komik karyanya antara lain:
1. Aku Jadi Ayah - Yoko Shoji (Elex)
Ketika Kotaro naik bus ke perpustakaan, tiba - tiba seorang anak kecil memanggilnya, "Ayah!". Tentu saja, Kotaro yang baru saja lulus SMU tak begitu tertarik, apalagi ia telah gagal masuk universitas. Namun, anak itu terus mendekatinya, akhirnya hati Kotaro pun luluh. Anak itu bernama Chitose dan ibunya, Kikko, baru saja berusia enam belas tahun. Apa yang terjadi selanjutnya?

2. Darling Knights 1-4 - Yoko Shoji (Elex)

3. Get Up & Go - Yoko Shoji (Elex)
Momoko terlambat lagi! Kalau Momoko sudah tidur, tak ada yang bisa mengusiknya. Tidurnya seperti orang mati! Semua temannya sudah tahu itu, tapi bagaimana dengan Sanada? Sanada yang biasa - biasa saja itu ternyata diam - diam suka pada Momoko. Dia berusaha keras untuk menarik perhatian Momoko, berhasilkah dia?

4. Marionette - Yoko Shoji (Elex)
Marionette adalah boneka yang digerakkan dengan tali. Dari boneka - boneka inilah Anthony ingin mewujudkan impiannya. Ia ingin bonekanya terkenal dan disukai di seluruh penjuru dunia. Tapi, mewujudkan suatu impian, tak semudah membalikkan tangan, Anthony hampir saja kehilangan asa dan membuat Bell, wanita yang mencintainya, kecewa...


5. Miccha Mix - Yoko Shoji (Elex)
6. My Brothers - Yoko Shoji (Elex)
Sebelum meninggal, ibu Sicily berpesan agar Sicily menemui kakaknya, yang dulu pernah diserahkan pada keluarga Louis. Untuk memenuhi pesan ibunya, ia pergi ke keluarga Louis. Di sana ia disambut oleh tiga bersaudara Louis, yang semuanya memiliki kharisma. Setelah mengenal Sicily, mereka semua mencintai Sicily dan berharap kelak akan menjadi suaminya. Namun salah seorang dari meraka adalah kakak Sicily. Siapakah dia...?

7. Okita in Memory - Yoko Shoji (Elex)
Terbit tahun 1994 dalam bahsa Indonesia

8. P.S. I Love You - Yoko Shoji (Elex)

9. Pop Corn 1-26 - Yoko Shoji (Elex)

10.Pretty Boy (lanjutan dari aku mau jadi ayah) - Yoko Shoji (Elex)
Boy! begitu panggilan Mizuho di sekolah. Sebenarnya Mizuho tak ingin seperti laki - laki, tapi fisiknya membuatnya terjebak. Orang mengira ia laki - laki kecil, padahal usianya sudah 17 tahun. Dan, kali ini Mizuho suka pada anak tukang kebun yang tampan, yang juga pelatih sepak bola adiknya. Akankah Mizuho berhasil merebut hati pria idamannya itu?

11. Putri Gaia 1-4 - Yoko Shoji (Elex)
terbit dalam bahasa Indonesia tahun 2000

Di atas adalah info komik yang kudapat di www.bukudedo.com

Terus masih ada lagi :
ONE SHOT
FLYING BUBBLE
RESET OUT (1-4)

Hai


Tampilan baru, tentunya dengan perubahan dong! Sudah lama tidak mengisi blog ini, banyak yang terlupakan! Makanya pakai template baru, supaya fresh dan bisa semakin rajin isi blog ini, selamat membaca!



Sabtu, 28 Februari 2009

Wahai penerbit buku, dengarlah!



Beberapa hari terakhir ini saya bertugas mendata buku. Buku baru yang akan menjadi koleksi cafe baca Biblioholic. Mendata, setelah itu memberi sampul plastik agar lebih awet, terakhir memberinya label. Banyak hal baru yang kutemukan dari kegiatan yang cukup melelahkan itu.
Salah satunya, saya sudah bisa membedakan mana penerbit buku yang memenuhi syarat penerbitan buku. Mungkin sebagian mengira ini tidak begitu penting. Tapi sebagai pustakawan, saya merasa terganggu. Saat menginput data.
Beberapa penerbit tidak mencantumkan jumlah halaman dan ukuran buku. Serta tak dicantumkan jenis buku yang diterbitkan. Sebagai pemula saya kadang sulit membedakan beberapa jenis buku. Seperti buku sosiologi dan budaya, dan lainnya.
Entah aturan tentang itu tidak diketahui pihak penerbit atau bagaimana. Padahal, beberapa diantaranya adalah penerbit yang ternama dan menerbitkan karya-karya ternama pula.