Ada orang-orang hidup tanpa hirarki sosial, tanpa hak kebangsawanan atas tanah atau monarki, kadang bahkan tanpa pemukiman atau kota-kota. Tidak perlu waktu lama untuk menyimpulkan bahwa inilah sesungguhnya kondisi 'alamiah manusia'.

Kamis, 14 Februari 2013

Selamat Ulang Tahun Chen Chen



Pas kelas Yubiyami

Saya punya dua orang teman yang kuanggap sebagai kakak perempuan dan sangat banyak memberi pengaruh dalam hidupku beberapa tahun belakangan. Nyomnyom dan Sheni. Tapi kali ini saya bercerita tentang Sheni lebih dulu, hari ini dia ber-ulang tahun.

Kali pertama kami bertemu di acara Minggu Ceria tahun 2009, saat itu dia masih berstatus pengantin baru ;) Saya juga berstatus baru saja menjalin hubungan personal dengan Kurns. Tapi saat itu kami belum berkenalan. Selanjutnya kami mulai sering bertemu di beberapa acara, di Idefix, beberapa kali ngobrol di lapangan basket saat malam, sampai pada kesepakatan menjadi partisipan rumah info linonipi. Kami pun banyak berbagi cerita. Berbagi banyak ide.

Sheni sangat suka kucing, sapi, dan penguin. Dia senang mengubah warna rambutnya. Kali pertama kami bertemu rambutnya merah, kali terakhir bertemu rambutnya berwarna ungu. Saya sangat suka pilihan warna rambutnya.

Sheni mengajarkan saya banyak hal, terutama craft. Dia yang mengajariku merajut pertama kali. Dalam kelas-kelas gratis di Linonipi. Serta berbagi di ruang perempuan. Selain Kurns, Sheni adalah orang yang paling banyak membantuku memaknai tentang kehidupan.

Tentu saja saya selalu mengagumi caranya menikmati hidup. Pada Sheni saya belajar untuk tidak menutup diri mempelajari banyak hal. Terlalu berlebihan kalau kubilang dia multitalenta, hehehe, tapi itu kenyataannya. Saya belajar masak, merajut, dan menjahit dari dia. Dia berbagi cerita, curhat, pengetahuan tentang obat-obatan, musik, dan mengenalkan teman-temannya yang keren.

Saat akan mengadakan Recycle and Craft Shop, dia yang paling banyak membantu, mulai dari ide, menemani berburu kain cakar, membeli bahan dan alat craft di Bandung, sampai mendekor kios.

Huaaa… kurang beruntung apa lagi saya punya teman sebaik Sheni?


Sekarang Sheni kembali menetap di Bandung. Dengan kesibukan baru belajar menggambar dan jadi Owner Skőll Bag. Padahal kami masih punya banyak proyekan menyenangkan yang belum terselesaikan, salah satunya bikin video recover lagu-lagu The Cranberries hehehe...

Satu bulan sebelum kembali ke Bandung, Sheni bercerita tentang keadaan Bapak tirinya yang sedang sekarat akibat bengkak di lehernya. Katanya, saat mendengar kabar itu dia menangis sambil berpikir bahwa ternyata ada banyak yang lebih kesusahan dibanding dirinya, selama ini dia mengira masalah yang datang terlalu berat. Mestinya kita bersyukur masih diberi kesehatan, tidak melulu bersedih hanya karena persoalan sakit hati dan semacamnya. Ya, hal-hal seperti itu yang membuat saya senang berteman dengannya, dia selalu berpikiran luas melihat satu hal.

Satu hari sebelum kembali ke Bandung, Sheni memberikan saya kenang-kenangan, gambar benang rajut dan jarumnya pada tangan kanan. Serta banyak bahan craft yang tidak ingin dia bawa ke Bandung ;)

Dear Sheni, selamat ulang tahun sekali lagi, selamat menang 3-0. Berharap bisa cicipi spaheti mu besok L

Kadang kita belajar satu hal pada banyak orang orang, tapi saya belajar banyak hal pada satu orang, kamu ;) Hehehe…

Kali ini tidak ada traktiran karaoke, tak ada Risma menempel di kaca toko kacamata dalam mall sambil menyanyi “I’m sexy and annoying” dan bikin penjaga tokonya menganga… Hehehe…

2 komentar:

Chen mengatakan...

:') live life to the fullest, dear
xoxo !

Ami Potabuga mengatakan...

sahabat yg baik...