Ada orang-orang hidup tanpa hirarki sosial, tanpa hak kebangsawanan atas tanah atau monarki, kadang bahkan tanpa pemukiman atau kota-kota. Tidak perlu waktu lama untuk menyimpulkan bahwa inilah sesungguhnya kondisi 'alamiah manusia'.

Sabtu, 28 Februari 2009

Wahai penerbit buku, dengarlah!



Beberapa hari terakhir ini saya bertugas mendata buku. Buku baru yang akan menjadi koleksi cafe baca Biblioholic. Mendata, setelah itu memberi sampul plastik agar lebih awet, terakhir memberinya label. Banyak hal baru yang kutemukan dari kegiatan yang cukup melelahkan itu.
Salah satunya, saya sudah bisa membedakan mana penerbit buku yang memenuhi syarat penerbitan buku. Mungkin sebagian mengira ini tidak begitu penting. Tapi sebagai pustakawan, saya merasa terganggu. Saat menginput data.
Beberapa penerbit tidak mencantumkan jumlah halaman dan ukuran buku. Serta tak dicantumkan jenis buku yang diterbitkan. Sebagai pemula saya kadang sulit membedakan beberapa jenis buku. Seperti buku sosiologi dan budaya, dan lainnya.
Entah aturan tentang itu tidak diketahui pihak penerbit atau bagaimana. Padahal, beberapa diantaranya adalah penerbit yang ternama dan menerbitkan karya-karya ternama pula.

3 komentar:

kurokage mengatakan...

hi eka chan...
ouwwww...
mgkn km sdh bkn anak kcl lg yg ckp imut untk dipanggil chan. so, q pgl km san aj ya....

kalo gw perhatikan, banyak yang brubah dlm tulisanmu selma sy mengikutinya ya... merskipun banyak jg yang ttp sperti dl.

but, apapun itu, gw salut ma kam yang kritis gt. mungkin itulah penggemblengan dunia kampus selama hampir 2 tahun kuliah yak? (aaf kalo slh. q cm manusia.
so, whatever u think, things watever u think.

truslh bergerah hingga gerakan itu bosan mengerakkanmu.......

deedz mengatakan...

ternyata eka yach yg berada behind d scene di biblioholic ....

Makacih yah !
t4 itu ngasih banyak bwat saya

becce_lawo mengatakan...

parejengnga dampeng, engka ka mae leppang mabbaca-baca ri blogna silesurekku.
maradeka to ugie, adena napopuang
utajeng tokki jokka-jokka ri blogku.