Ada orang-orang hidup tanpa hirarki sosial, tanpa hak kebangsawanan atas tanah atau monarki, kadang bahkan tanpa pemukiman atau kota-kota. Tidak perlu waktu lama untuk menyimpulkan bahwa inilah sesungguhnya kondisi 'alamiah manusia'.
Tampilkan postingan dengan label snap shoot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label snap shoot. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 September 2011

My Second Favorite T-Shirt, ASIAN DUB FOUNDATION

Tadaaa...ini t-shirt kedua, setelah My Favorit t-shirt yang diberikan Kurns. Bajunya kubeli dengan harga Rp.2000,- di stand CAKAR pasar Tarowang, Jeneponto sekitar dua tahun lalu. Terus, TOMSKY sahabatnya Kurns (yang sama-sama punya proyek sablonan dengan Kurns) dengan senang hati menyablonkan desain logo Asian Dub Foundation,
yang asli keren dan saya suka. Oya, tahun lalu,
saya juga mengenal Asian Dub Foundation pertama kali karena diperdengarkan oleh Tomsky,
dan saya langsung menyukai musik dan lagunya...coba deh sendiri...

Thanks, Tomsky...mudah-mudahan sekaleng kue lebaran bisa menghilangkan lelahmu saat menyablon kemarin :)

Dan saya sangat pede (berharap) saya satu-satunya pemilik kaos keren ini di Makassar, hahaha...

Senin, 05 September 2011

Oleh-Oleh Liburan Lebaran 2011

Selamat Lebaran, saya hanya bisa menghadirkan bingkisan cerita dan tentunya foto-foto yang kuambil dari telepon genggamku untuk kalian sebagai oleh-oleh lebaran.
Lebaran kali ini saya merayakannya dengan pulang ke kampung halaman Ettaku (di Bugis sebagian besar dari kami memanggil Bapak dengan sapaan Etta) yaitu Wage.  Sebuah kampung di samping sungai Walennae di Sengkang. Mungkin kalian pernah membaca reportaseku berjudul mencari sutera asli di wage? Di sanalah saya berlebaran :)
Saya menuju Sengkang pada malam hari tanggal 29 Agustus 2011 bersama kawanku Abot. Cukup lama kami menunggu di terminal hingga mobil penuh penumpang lalu berangkat. Padahal saat menuju terminal kami buru-buru lantaran takut kehabisan mobil. Kami salah kaprah. Kemudian saya singgah bermalam di rumah teman SMA ku A.Rima, karena angkot ke Wage cuma ada sampai pukul 5 sore, sedangkan saya tiba di Sengkang pukul 1 malam.
Hari pertama di Wage, saya menjahit tas yang sudah lama kugunting polanya, rencananya akan disablon oleh Kurns lalu dijual (proyek rumah tangga, hahhay).
Hari kedua, batal lebaran, kami lalu ke kuburan kakek nenek dari pihak bapakku untuk memperbaikinya, karena di Wage sering banjir, tanah kuburannya menjadi rendah.

Hari ketiga, lebaran. Sorenya kami ke Soppeng, tepatnya di Gayya Baru.




Hari keempat, pagi kami ke Citta, sambil mengunjungi rumah keluarga, kami menyempatkan mandi-mandi di kolam Citta. Siangnya kembali ke Wage, perjalan hanya memakan waktu sat jam. SInggah ziarah kubur sebentar, lalu berangkat menuju Kaluku. Ternyata keluarga besar mamaku sedang berkumpul di Salobulo, makanya setelah singgah dari Paria menemui ponakan yang baru lahir, kami menginap juga di Salobulo.










 Hari kelima, mamaku, ettaku, adekku Upi dan Aldi balik ke Toraja. Saya tinggal di Kaluku, sorenya saya kumpul-kumpul dengan se genk waktu SMP, hehehe...
 Hari keenam, ziarah kubur kakekku dari pihak nenek, lalu ke Bulete. Sorenya saya kembali mengunjungi nenek Salama, yang kuceritakan dulu, beliau adalah salah satu dari beberapa orang yang tersisa masih pandai massureq. Setelah magrib, saya pun kembali ke Makassar:(



Selasa, 09 Agustus 2011

Menjahit di reruntuhan





TautanIni tempat bekas ruko yang sekarang tengah terlibat dalam sengketa lahan. Ah, saya membenci semua orang yang terlibat dalam pembangunan berlebihan seperti ini. Sudah banyak menghasilkan sampah saat proses pembangunan, eh dibongkar paksa (padahal belum terlalu lama selesai dibangun) untuk dibangun ulang tentunya dengan setumpuk sampah yang lebih banyak lagi. Sial dan terkutuklah kalian para pemodal!
Sore kemarin, sambil hunting tempat untuk garage sale buat donasi uang rumah Linonipi, kami singgah di sini buat menjahit-jahit sekalian belajar bikin hiasan dinding dari kapas oleh Kenil. :)
Ngabuburit sekalian...

Liburan 5: Malino (lagi?): Kebun Teh dan Air Terjun





Bunga berwarna biru, sayangnya saya ndak punya uang lebih waktu itu :(
Gaya favoritku...Dewi Kwan Im...hiihihi...
Jangan bosan ke Makassar yah Elfa, Nova, Vina, dan Nirwan!
Aaaaa......



Ah, tidak tuh...
Kali ini dengan teman berbeda dan tempat berbeda pula. Ada 4 orang teman jauh-jauh liburan dari Medan, bersama anak-anak UKPM saya ikut jalan-jalan juga. Seru liburan kali ini. Tentunya karena juga ditemani sama Kurns ;)
Sudah berapa kali saya ke Malino, tapi baru kali ini kunjungi Kebun teh dan Air Terjunnya...hehhee (padahal inimi tempat yang bikin orang ramai-ramai datang)

Makar itu Makaraoke...







Wu hu...akhirnya kesempatan makar (makkaraoke) tiba lagi...
Mungkin karena kebiasaan di rumah sejak kecil kalau etta dan mamaku ku lagi istirahat dari kerja diisi dengan karaokea, saya tumbuh dengan kegemaran yang sama. Hahhay...saya gemar menyanyikan lagu-lagu yang nadanya tinggi supaya puas berteriak-teriak-riak...sampai ndak sampai, fales ndak fales, tak ada urusan...amba' rata semua...
Beruntung berteman dengan sesama atlit karaoke, jadi kalau ada uang, ada kesempatan, bisa nyaweran bareng-bareng makar, tentunya di tempat karaoke yang murah meriah tapi ndak bikin mencret tentunya :)
Pajangan foto lainnya silahkan kunjungi HITAM PEKAT punya rumah...