Ada orang-orang hidup tanpa hirarki sosial, tanpa hak kebangsawanan atas tanah atau monarki, kadang bahkan tanpa pemukiman atau kota-kota. Tidak perlu waktu lama untuk menyimpulkan bahwa inilah sesungguhnya kondisi 'alamiah manusia'.
Tampilkan postingan dengan label Kampung Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampung Sastra. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Februari 2009

Kampoeng Sastra 07'


Sekilas, apa itu kampung sastra?
Kenapa ia begitu berarti dalam hidupku?

Kampung Sastra nama salah satu kegiatan penyambutan mahasiswa baru 2007 di fakultas ilmu budaya. Karena sudah setahun bersama kami berniat membentuk komunitas angkatan, nah karena tidak diberi nama angkatan oleh senior, kami memilih Kampung Sastra-lah yang menjadi namanya.
Alasan terbesar, karena lewat kampung sastra saya tahu ININNAWA, yang akhirnya mengenalkanku pada orang-orang hebat di sana, lalu terakhir saya bisa bergabung dengan mereka.
Kedua, di sana "Kampung Sastra" kutemukan saudara-saudara yang seide, suka berdiskusi, dan tentunya ada teman minum kopi di kala teman perempuan ohah minum kopi.
Warga kampung, kami tak ada yang malas, suka bekerja, persis lagu SLANK "di sini bukan tempat orang malas, tempatnya para pekerja keras, di sini bukan ana-anak manja, sedikit kerja, banyak pintanya"

Jumat, 13 Februari 2009

Bukan Pembangunan Rumah Beton


Ah, saya semakin yakin saja
sebentar lagi
kita akan mencapai puncak

tetap berpegangan
tetap dalam lingkaran
(ini bukan intruksi HARUS, namun itu harapan kita bukan?)


senang sekali, malam 7 Februari kemarin bisa berada di tengah warga kampung yang sedang berjuang mendirikan gubuk nan teduh

meski tak rampung dalam semalam
tak apalah

asal kita bahagia atas semua ini

kutunggu pertemuan sore minggu esok
lalu kita lanjutkan gubuk tertunda kemarin

sebentar lagi,
kita kan kaya dengan apa yang kita lakukan selama ini

tetap di situ
dengan kopi di sebelah kanan, sesekali mengisap rokok di sebelah kiri
bibir senantiasa melukis ide yang hendak kau bagi

ku pun demikian
kita berbagi
kita berdiskusi
kita merangkul
ini lebih dari saudara, sobat

::KAMPUNG SASTRA::


Catatan di Mace-Mace Sore kemarin

sekali lagi,
sambil menghangatkan tubuh dengan segelas kopi
kita pun berbagi
segala penat kota
panasnya ruang perkuliahan
payahnya ide orang besar
yang selalu mengecilkan kita

semakin mengikis tubuh
mereka melihat kita dengan mata pemberontak
bahkan satu diantara kita dianggap pemberontak
hahaha

terpingkal kita olehnya



Selasa, 10 Februari 2009

Langkah awal



Warga kampung sastra pada tanggal 5-6 Februari 2009 mengadakan acara seru!


Kamis:
Pemutaran film Freedom Writers
Diskusi
Pemutaran film Kala

Jumat:
Gelar buku (kampanye baca)
Diskusi